Uncategorized

Inovasi Terbaru Robot Pelayan Kafe Sudah Ada di Jepang

Inovasi Terbaru Robot Pelayan Kafe Sudah Ada di Jepang

Inovasi Terbaru Robot Pelayan Kafe Sudah Ada di Jepang – Sebuah kios kafe pop up yang populer di dekat kota Tokyo kini memiliki pelayan sebuah robot. Yang mana sedang diuji coba di tengah meningkatnya pembahasan untuk menghindari layanan tatap muka selama pandemi virus corona dari tahun kemarin.

Seperti yang di lansir Perusahaan Penyiaran Jepang yang bernama (Nippon Hoso Kyokai / NHK), uji coba robot pelayan selama tiga hari mulaiĀ  dari Senin (18/01/2021) itu lah mengapa beberapa bagian dari proyek untuk membantu para pengusaha, yang dibentuk oleh kota Tsukuba, timur laut kota Tokyo.

Ketika seorang pelanggan memesan kopi menggunakan komputer maupun smartphone. Maka kopi akan dituangkan ke cangkir dan lengan robotik akan mentransfernya ke konter secara otomatis. Sebuah bisnis di kota tersebut mengembangkan robot ini dengan sangat baik dan bermanfaat.

Inovasi Terbaru Robot Pelayan Kafe Sudah Ada di Jepang

Inovasi Terbaru Robot Pelayan Kafe Di Tokyo

Perwakilan dari perusahaan tersebut yang bernama Higuchi Shota, mengatakan ia berharap layanan tanpa sentuhan ini dapat diterapkan untuk berbagai penggunaan demi membantu masyarakat yang tengah melawan pandemi, Seperti yang kita ketahui bahwa banyak orang yang sangat anti bertatap muka dengan orang lain saatini. Sehingga inovasi ini akan sangat membantu kalangan tersebut.

Sebuah Perusahaan Robot itu menggunakan suku cadang dan biaya yang snagat rendah. Dengan tujuan agar robot tersebut dapat dijangkau oleh banyak bidang seperti pabrik makanan dan pertanian sekalipun. Perusahaan itu berharap sistem ini juga akan dapat membantu masalah kekurangan tenaga kerja yang melanda.

Sebelumnya, Softbank melalui anak usahanya Softbank Robotic juga suda mengembangkan robot untuk dipekerjakan di restoran atau kafe yang diberi nama “Servi”. Robot tersebut secara mandiri mampu melakukan perjalanan dan membawa makanan saat tamu memilih meja untuk disajikan dan memberitahukannya saat tiba di meja.

Robot ini juga dapat bergerak sambil mendeteksi dan menghindari sebuah object seperti orang dan benda. Layaknya pelayan asli. Dan juga robot ini bisa bergerak dengan tenang, mengenali rintangan dan orang-orang, dan penyajian dapat dilakukan dengan cepat.

Kolaborasi Hyundai dan Samsung Seputar Produksi Chip Pada Mobil

Kolaborasi Hyundai dan Samsung Seputar Produksi Chip Pada Mobil

Kolaborasi Hyundai dan Samsung akan menjadi sebuah lompatan signifikan di industri otomotif dan juga bidang elektronik regional Asia Pasifik. Pasalnya, kedua raksasa asal Korea Selatan tersebut berinisiasi untuk menanggulangi kelangkaan produksi chip pada mobil dengan melakukan kerjasama di bidang suplai.

Kerjasama yang terjadi antara Hyundai dan Samsung juga didukung oleh pemerintah setempat, serta mendapatkan lampu hijau pula dari Institut Teknologi Elektronik Korea Selatan. Bahkan lebih daripada itu, Kementerian Perdagangan Korsel pun juga menyatakan kesediaannya untuk mengulurkan bantuan jika memang diperlukan semata-mata demi mewujudkan kelancaran mega proyek tersebut.

Kolaborasi Hyundai dan Samsung Seputar Produksi Chip Pada Mobil

Dampaknya sangatlah positif bagi Korsel khususnya di bidang industri otomotif, karena keberhasilan proyek ini akan mendongkrak volume produksi serta penjualan di tingkat global. Kedua perusahaan kebanggaan negeri ginseng tersebut kabarnya akan mengembangkan bersama-sama sejumlah item seperti sensor, chip pengatur baterai, hingga prosesor aplikasi yang mengatur layar sentuh pada dashboard mobil.

Di sisi lain, Samsung juga berinisiatif ingin mengembangkan item semi konduktor khusus kendaraan roda empat yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah penggunaan wafer berukuran 12 inchi, jauh lebih besar daripada wafer industri pada umumnya yang berkisar di angka sekitar 8 inchi selama ini.

Kolaborasi Hyundai dan Samsung Demi Mengatasi Kelangkaan Chip Pada Mobil

Kolaborasi Hyundai dan Samsung cukup menjanjikan karena pada dasarnya mereka berniat mengatasi kelangkaan chip pada mobil sebagai imbas dari pandemi. Bagaimanapun juga, proyek solo Samsung mengenai semi konduktor sempat diragukan, karena banyak pihak menganggap bahwa semikonduktor pada bidang otomotif tidak terlalu menguntungkan jika dibandingkan dengan industri telepon seluler.

Samsung pun tetap ngotot menjalankan proyek ini, mereka mengiyakan bahwa meskipun proyek mereka tidak ‘seksi’ seperti dunia smartphone, namun efeknya akan terasa dalam jangka panjang dan tetap membawa profit. Terlepas dari hal tersebut, kedua perusahaan juga saling mengerti bahwa proyek duet mereka bisa jadi tidak menghasilkan profit sama sekali dari permulaan.

Akan tetapi, kedua belah pihak tidak gentar dan terus berkomitmen mewujudkan mega proyek tersebut, karena bagaimanapun juga inisiasi mereka akan menciptakan suasana yang positif dan membangkitkan kepercayaan publik dari segi mental sehingga secara tidak langsung dapat membantu mendongkrak bidang otomotif yang sedang lesu pasca pandemi.