Kolaborasi Hyundai dan Samsung Seputar Produksi Chip Pada Mobil

Kolaborasi Hyundai dan Samsung Seputar Produksi Chip Pada Mobil

Kolaborasi Hyundai dan Samsung akan menjadi sebuah lompatan signifikan di industri otomotif dan juga bidang elektronik regional Asia Pasifik. Pasalnya, kedua raksasa asal Korea Selatan tersebut berinisiasi untuk menanggulangi kelangkaan produksi chip pada mobil dengan melakukan kerjasama di bidang suplai.

Kerjasama yang terjadi antara Hyundai dan Samsung juga didukung oleh pemerintah setempat, serta mendapatkan lampu hijau pula dari Institut Teknologi Elektronik Korea Selatan. Bahkan lebih daripada itu, Kementerian Perdagangan Korsel pun juga menyatakan kesediaannya untuk mengulurkan bantuan jika memang diperlukan semata-mata demi mewujudkan kelancaran mega proyek tersebut.

Kolaborasi Hyundai dan Samsung Seputar Produksi Chip Pada Mobil

Dampaknya sangatlah positif bagi Korsel khususnya di bidang industri otomotif, karena keberhasilan proyek ini akan mendongkrak volume produksi serta penjualan di tingkat global. Kedua perusahaan kebanggaan negeri ginseng tersebut kabarnya akan mengembangkan bersama-sama sejumlah item seperti sensor, chip pengatur baterai, hingga prosesor aplikasi yang mengatur layar sentuh pada dashboard mobil.

Di sisi lain, Samsung juga berinisiatif ingin mengembangkan item semi konduktor khusus kendaraan roda empat yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah penggunaan wafer berukuran 12 inchi, jauh lebih besar daripada wafer industri pada umumnya yang berkisar di angka sekitar 8 inchi selama ini.

Kolaborasi Hyundai dan Samsung Demi Mengatasi Kelangkaan Chip Pada Mobil

Kolaborasi Hyundai dan Samsung cukup menjanjikan karena pada dasarnya mereka berniat mengatasi kelangkaan chip pada mobil sebagai imbas dari pandemi. Bagaimanapun juga, proyek solo Samsung mengenai semi konduktor sempat diragukan, karena banyak pihak menganggap bahwa semikonduktor pada bidang otomotif tidak terlalu menguntungkan jika dibandingkan dengan industri telepon seluler.

Samsung pun tetap ngotot menjalankan proyek ini, mereka mengiyakan bahwa meskipun proyek mereka tidak ‘seksi’ seperti dunia smartphone, namun efeknya akan terasa dalam jangka panjang dan tetap membawa profit. Terlepas dari hal tersebut, kedua perusahaan juga saling mengerti bahwa proyek duet mereka bisa jadi tidak menghasilkan profit sama sekali dari permulaan.

Akan tetapi, kedua belah pihak tidak gentar dan terus berkomitmen mewujudkan mega proyek tersebut, karena bagaimanapun juga inisiasi mereka akan menciptakan suasana yang positif dan membangkitkan kepercayaan publik dari segi mental sehingga secara tidak langsung dapat membantu mendongkrak bidang otomotif yang sedang lesu pasca pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *